Selasa, 06 Januari 2015

Mari! Kita kenalan sama si HIZBUL WATHAN!




Mari! Kita kenalan sama si HIZBUL WATHAN!
Ada yang bilang Hizbul Wathan itu gerakan kepanduan yang dimiliki oleh organisasi islam Muhammadiyah sebagai organisasi ortonomnya.
Ada juga yang bilang kalau Hizbul Wathan itu adalah gerakan kepanduan yang menekankan kepada kepanduan islami!
Semuanya benar, tapi sebagai ringkasnya, setelah kami browsing, Alhamdulillah mendapat penjelasan yang mudah untuk dipahami.
Menurut sumber yang ada pada http://mi-daarunnadwah.blogspot.co.id/2014/05/hizbul-wathan.html , HIZBUL WATHAN  adalah =
OLEH:RAHMAT SUATAN
(Pimpinan Qabilah Putra HW Unismuh Makassar 2006-2008)
Apa Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan Itu?
Hizbul Wathan (HW) yang artinya pembela tanah air, adalah nama gerakan kepanduan dalam Muhammadiyah.
Kepanduan adalah sistem pendidikan luar keluarga dan sekolah yang membentuk dan membina watak anak, remaja & pemuda dengan metode menarik, menyenangkan dan menantang serta dilaksanakan di alam terbuka.
Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan adalah organisasi otonom di lingkungan Muhammadiyah yg khusus dalam bidang kepanduan
Pandu HW adalah anggota Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan.
Siapakah yang Mendirikan Pandu HW?
HW didirikan oleh KH. Ahmad Dahlan dengan nama semula “Padvinder Muhammadiyah” dan selang dua tahun diganti dengan nama “Hizbul Wathan”
Mengapa Kepanduan HW didirikan oleh KH. Ahmad Dahlan?
KH. Ahmad Dahlan tertarik pada sistem pendidikan kepanduan karena menggunakan metode menarik, menyenangkan dan menantang dalam membentuk watak generasi muda.
Beliau yakin, sistem kepanduan ini dapat digunakan sebagai sarana pembentukan kader Muihammadiyah dan Bangsa Indonesia.
Dengan metode kepanduan, anak, remaja dan pemuda dilatih untuk mampu menjadi warga masyarakat yg berguna, mandiri dan berakhlak mulia.
Mengapa HW Dibangkitkan Kembali?
Warga Muhammadiyah melihat bahwa dalam prakteknya, kebanyakan kegiatan Pramuka tidak seperti yang diharapkan sebagai satu kepanduan yang islami.
Asas sukarela dalam kepanduan telah berubah menjadi instruktif di Pramuka khususnya yg berbasis sekolah.
Beberapa prinsip kepanduan telah meluntur, terutama dg intervensi birokrasi.
Apa Beda HW Dahulu (Sebelum Pramuka) dan HW Baru (Setelah Kebangkitan)?
Organisasi HW dahulu, merupakan majelis, sedangkan HW baru berstatus ortom di lingkungan Muhammadiyah.
Sistem pendidikannya tetap sama, tetapi metode dan teknik pelatihannya disesuaikan dg tuntutan perkembangan peserta didik masa kini.
Demikian juga seragam dan atribut yg dikenakan, diusahakan sesuai selera anak muda dan norma agama.
Apa Perbedaan Antara Kepanduan HW Baru Dengan Pramuka?
Pada dasarnya HW dan Pramuka sebagai gerakan kepanduan adalah sama yg tujuannya sama-sama mendidik anak bangsa.
Kepanduan HW lebih menekankan kepada kepanduan islami, dengan menerapkan akidah islam dalam setiap aspek kegiatan kepanduan.
Kapan HW Didirikan? Bagaimana Perjalanan Selanjutnya?
HW didirikan oleh KHA Dahlan tahun 1918 dengan nama Padvinder Muhammadiyah di Yogyakarta yg kemudian diganti dengan nama Hizbul Wathan (HW) pada tahun 1920, sehingga HW berkembang di seluruh nusantara .
Latihan rutin HW meliputi baris-berbaris, bermain tambur dan olahraga, kemudian ditambah dengan PPPK dan kerohanian. Banyak pemuda yang tertarik sehingga pengikut latihan semakin banyak. Hal itu sampai pada tahun 1942.
Selama pendudukan Jepang dan perang kemerdekaan (1942 sd 1950), kepanduan HW terpaksa tidak aktif.
Th. 1950 Kepanduan HW diaktifkan kembali hingga tahun 1961. Th. 1961, dengan adanya Kepres No. 238 Th 1961, semua pandu-pandu di Indonesia melebur menjadi “PRAMUKA” termasuk juga HW.
Era reformasi telah mengubah pandangan dari sentralisasi menjadi desentralisasi, Oleh karena itu PP Muhammadiyah membangkitkan kembali HW pada 18 November 1999.
Tahun 1999 dimulailah tahap sosialisasi HW kembali ke suluruh pimpinan-pimpinan Muhammadiyah baik di Tingkat Wilayah, Daerah, Cabang maupun Ranting.
Tahun 2005 bulan Desember diadakan Muktamar HW Pertama di Yogyakarta. Dengan semangat baru HW berhasil mensosialisasikan HW di seluruh Tanah Air Indonesia.
#Terimakasih untuk sumber informasi

Jumat, 02 Januari 2015

HIZBUL WATHAN di Watukebo, Ambulu-Jember

HIZBUL WATHAN di Watukebo, Ambulu-Jember


Watukebo, Ambulu-Jember.
Pernahkah berkunjung kesana? Mungkin tidak spesial bagi kebanyakan orang. Sebelumnya. Karena, desa kecil yang ada di daerah Ambulu ini ternyata memiliki sebuah lingkup pendidikan Muhammadiyah. Ada beberapa lembaga pendidikan dalam satu lingkup Muhammadiyah disana seperti TK, MI, SMP, bahkan MA.
Sekolah Muhammadiyah pasti tidak asing dengan organisasi ortonom milik Muhammadiyah, contohnya saja Hizbul Wathan. Lalu apa hubungannya lembaga pendidikan (sekolah) dengan Hizbul Wathan yang ada di Watukebo?  Gerakan Hizbul Wathan di Watukebo tidak lepas dari generasi-generasi yang ada pada sekolah-sekolah berlingkup Muhammadiyah tersebut. Kegiatan Hizbul Wathan yang ada pada lingkup pendidikan Muhammadiyah di Watukebo berlangsung rutin seminggu sekali untuk melakukan latihan-latihan ringan dan imajinatif serta menyenangkan bagi siswa-siswi sekolah, baik siswa MI sebagai pandu Athfal, siswa SMP sebagai pandu Pengenal, dan MA sebagai pandu Penghela. Bagaimana bisa dikatakan menyenangkan? Jangan-jangan tak ada formalitas pada HW yang ada di Watukebo! Wah, Jangan dikira tak ada formalitas dalam latihan-latihan yang rutin dilaksanakan! Latihan-latihan untuk menambah daya cakap dan aktif para pandu berlangsung tetap formal, namun menyenangkan dengan berbagai permainan (kuis, teka-teki,dll) sebagai selingan, seperti “bermain-sambil-belajar” untuk para pandu athfal dan pengenal. Lalu bagaimana dengan Penghela? Para pandu Penghela memiliki kegiatan sendiri yang dilakukan secara rutin sebulan sekali. Termasuk untuk melakukan kemah bersama untuk sekedar menambah keakraban dan mengeratkan tali silaturahmi, selalu ada penataan acara dan ilmu yang semakin menambah hikmah perjalanan dalam berlatih. Tidak sekedar formalitas kaku yang menambah beban amanah, namun selalu berusaha bersyukur untuk menikmati menjadi seorang pandu Hizbul Wathan.

Rabu, 31 Desember 2014


APA SIH HIZBUL WATHAN itu?
Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan (disingkat HW) adalah salah satu organisasi otonom (ortom) di lingkungan Persyarikatan Muhammadiyah. Ortom Muhammadiyah lainnya adalah: 'Aisyiyah, Nasyiatul 'Aisyiyah (NA), Pemuda Muhammadiyah (PM), Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Tapak Suci Putera Muhammadiyah, dan Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM).
HW didirikan pertama kali di Yogyakarta pada 1336 H (1918 M) atas prakarsa KH Ahmad Dahlan, yang merupakan pendiri Muhammadiyah. Prakarsa itu timbul saat dia selesai memberi pengajian di Solo, dan melihat latihan Pandu di alun-alun Mangkunegaran. Gerakan ini kemudian meleburkan diri ke dalam Gerakan Pramuka pada 1961, dan dibangkitkan kembali oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah dengan SK Nomor 92/SK-PP/VI-B/1.b/1999 tanggal 10 Sya'ban 1420 H (18 November 1999 M) dan dipertegas dengan SK Nomor 10/Kep/I.O/B/2003 tanggal 1 Dzulhijjah 1423 H (2 Februari 2003)
HW berasaskan Islam. HW didirikan untuk menyiapkan dan membina anak, remaja, dan pemuda yang memiliki aqidah, mental dan fisik, berilmu dan berteknologi serta berakhlak karimah dengan tujuan terwujudnya pribadi muslim yang sebenar-benarnya dan siap menjadi kader persyarikatan, umat, dan bangsa.