Merapat
ke Hizbul Wathan dulu sini!
Setelah berkenalan dengan
Hizbul Wathan? Sekali lagi deh yuk cari tau tingkatan pandu yang ada
pada Kepanduan Hizbul Wathan!
1.Pandu Athfal
Tingkatan ini adalah tingkatan
yang paling dasar dalam kepanduan Hizbul Wathan. Di dalam Pandu Athfal terdapat
3 tingkatan yang harus di tempuh, yaitu athfal
melati I, athfal melati II, dan athfal melati utama. Pandu Athfal berumur
6-10 tahun atau duduk di bangku Sekolah Dasar.
Pandu Athfal mempunyai pelatih,
bagi pelatih putra biasanya dipanggil dengan sebutan “Ayanda”, sedangkan untuk
pelatih putri dipanggil dengan “Bunda”. Di athfal terdapat kelompok yang
disebut rumpun athfal, rumpun ini
terdiri dari 8-10 orang dan nama rumpun tersebut diambil dari warna-warna.
Kumpulan rumpun dinamakan kuntum, di dalam 1 kuntum terdiri 3-4 rumpun dan
namanya diambil dari nama-nama pahlawan islam.
2.Pandu Pengenal
Pandu Pengenal adalah tingkatan
kedua setelah tingkat Pandu Athfal. Di dalam Pandu pengenal terdapat tiga
tingkatan yang harus ditempuh, yaitu pengenal purwa, pengenal madya, dan pengenal utama. Pandu Pengenal berumur
11-16 tahun atau duduk di bangku menengah pertama, Tetapi untuk masuk ke
jenjang pengenal diharuskan mengikuti pendidikan dasar terlebih dahulu dan pada
saat itu namanya adalah tamu pengenal.
Setelah 2 bulan mengikuti pendidikan dasar dan menyelesaikan tugas SKT (syarat
kenaikan tingkat) serta mengikuti pengembaraan, barulah pada saat itu di
sematkan menjadi Pandu Pengenal.
Pandu Pengenal juga mempunyai pelatih,
bagi pelatih putra dipanggil dengan sebutan “Rakanda”, dan bagi pelatih putri
di panggil dengan sebutan “Ayunda”. Di dalam Pandu Pengenal terdapat kelompok
yang disebut regu dan nama regu itu diambil dari nama hewan, satu regu
berjumlah 8-10 orang. kumpulan tiap regu disebut pasukan, tiap pasukan terdiri
dari 3-4 regu. Didalam jenjang Pandu Pengenal terdapat dewan pimpinan pengenal
yang terdiri dari ketua, wakil ketua sekaligus pemangku adat, bendahara,
sekertaris, dan divisi-divisi yang diperlukan.
3.Pandu Penghela
Pandu Penghela adalah tingkatan
paling tinggi setelah tingkat Pandu Pengenal. Di dalam Pandu Penghela terdapat
dua tingkatan yang harus ditempuh, yaitu taruna
melati dan jaya melati. Pandu Penghela berumur 17-20 tahun atau duduk di
bangku menengah atas- perguruan tinggi, Tetapi untuk masuk ke jenjang penghela
diharuskan mengikuti pendidikan dasar (DIKSAR) terlebih dahulu dan pada saat
itu namanya adalah tamu penghela.
Setelah 2 bulan mengikuti pendidikan dasar secara aktif dan mengikuti
pengembaraan, barulah pada saat itu di sematkan menjadi Pandu Penghela dan
telah sah dipanggil Pandu Penghela.
Pandu Penghela juga mempunyai
pelatih, pelatih putra dan putri dipanggil dengan sebutan “Rakanta”, Di dalam
Pandu Penghela terdapat kelompok yang disebut ikhwan/akhwat dan nama
ikhwan/akhwat itu diambil dari nama elektronik, satu ikhwan/akhwat berjumlah
4-6 orang. kumpulan tiap ikhwan/akhwat disebut kerabat, tiap kerabat terdiri
dari 3-4 ikhwan/akhwat. Dalam jenjang Pandu Penghela terdapat suatu Dewan yang
bertugas untuk mengurusi Pandu Athfal, Pandu Pengenal, dan Pandu Penghela.
Dewan itu dinamakan Dewan Eksekutif Penghela (DEP) yang berada di setiap
qobilah, Tapi jika di tingkat kwartir dinamakan Dewan Kerja. Setelah menyelesaikan
tingkat penghela, kemudian seorang pandu akan melanjutkan ketingkat pandu
penuntun atau calon pelatih.
4.Pandu Penuntun
Pandu penuntun adalah tingkatan
tertinggi dan paling akhir, pandu penuntun adalah pandu purna penghela yang
sudah menyelesaikan pendidikan di tingkat penghela jaya melati, dimana seorang
pandu dididik menjadi seorang pelatih. Pandu penuntun berumur 21-25 tahun.
Seorang Pembina yang melatih pandu penuntun selanjutnya disebut sahabat.