“Penyematan Resmi Pandu Penghela yang Begitu Mengesankan”
Setelah
diadakan pelantikan pertama penghela tingkat TM 1 yang dilaksanakan di Gunung
Ijen dan pelantikan susulan yang diadakan di Pontang pada waktu yang lalu
menyisakan penyematan secara resmi yang bertempat di MIM 02 PONTANG.
Acara dimulai dengan pembukaan yang
dilanjutkan dengan ‘ceramah asyik’ dari Bapak Samanan yang mengangkat tema
tentang kaderisasi yang mengundang gelak tawa karena disampaikan dengan santai
dan begitu ‘welcome’. Selanjutnya, acara diteruskan dengan persiapan
melaksanakan penyematan yang berlangsung di desa Karang Tengah. Para peserta
penyematan mengendarai kendaraan masing-masing menuju lokasi penyematan pada
pukul 21.00 WIB.
Para peserta penyematan tidak
digiring langsung menuju lokasi penyematan, tapi para peserta digiring ke
sebuah masjid terlebih dahulu, sembari menunggu hingga panitia menyiapkan
mereka untuk berangkat menuju lokasi penyematan. Ada sedikit aturan yang
berlaku setiap para pandu HW Watukebo beraksi untuk melakukan penjelajahan
malam! Yakni, tak boleh berisik, jaga lisan, tangan, dan kaki agar tak
mengganggu masyarakat setempat serta rajin-rajin berdo’a dan tak boleh
membiarkan pikiran kosong! Nah disini nih yang selalu membuat jantung dag-dig-dug-deeeer! Yang benar saja! Bagaimana
enggak? Suasana begitu sepi dan hanya terdengar lolongan anjing yang memang
sebagai bukti bahwa di sekeliling lingkungan penyematan terdapat banyak anjing
liar yang siap mengejar! Apalgi gelap gulita dan hanya ada satu
lilin/penerangan sebagai petunjuk jalan yang terletak di sepanjang jalan! Tak ad
senter, dll! Seru kaaan! Uji nyali! Naah... di sepanjang jalan itulah terdapat
pos-pos yang memang wajib disinggahi, disana ada pembekalan materi, uji materi,
dll hingga pada pos terakhir para peserta penghela tersebut diwajibkan berjalan
seorang diri dan terpisah dengan kawan-kawan lainnya. Pernah kerasa nggak,
jalan sendirian ngelewatin rerimbunan pohon dan ilalang tinggi sambil ada ‘gangguan’
nyebelin yang dibuat-buat serem? Apalagi kalau ternyata tempat yang dituju
adalah ‘rumah masa depan kita’ yang gak lain adalah kuburan! Dan akhirnya para
peserta pasrah dan berserah untuk terus berupaya mencari bukti penyematan yang
memang di sebar di satu titik yang ‘menyeramkan’. Hehe. Setelah kami berhasil
mengambil apa yang kami cari, barulah kami dikumpulkan dan segera melaksanakan
penyematan dengan seragam lengkap dan hati yang begitu lega serta menahan
dingin yang mulai menggerayangi badan yang lelah, maklum.. jam menunjukkan
hampir dini hari saat itu. yang begitu menambah kekhusyu’an adalah ketika ad
seorang panitia yang membacakan sebuah puisi yang menambah getaran hati yang
begitu lega dan terpukau sambil menyanyikan lagu “Syukur”. Tak lupa juga ada
banyak evaluasi sebagai PR dan wanti-wanti kepada para penghela yang telah
melaksanakan penyematan.
Begitulah, bagaimana? Asyik bukan?
Semoga dapat menambah rasa ingin tahu pembaca dan dapat bermanfaat untuk
khalayak! Jangan sungkan untuk mengunjungi kami. We are HW Watukebo!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar