Kamis, 29 Januari 2015

Hizbul Wathan seru!

PELANTIKAN susulan bagi Penghela Taruna Melati 1
Meneruskan pelantikan Taruna Melati 1 yang diadakan oleh HW KwarCab Watukebo pada bulan Desember di Kawasan Ijen lalu, HW KwarCab Watukebo mengadakan pelantikan susulan bagi Penghela yang tidak mengikuti acara pelantikan di Kawasan Ijen pada pertengahan Januari lalu dan dilaksanakan di daerah Pontang.
Pelantikan susulan ini begitu unik. Mengapa? Karena bukan hanya sekedar pelantikan  biasa yang mengundang formalitas dan ketegangan. Sebaliknya, pelantikan susulan ini dilaksanakan dengan jenaka dan mengundang gelak tawa. Setelah melakukan pembukaan, para penghela yang belum dilantik tersebut melakukan persiapan untuk menghadapi ujian terlebih dahulu. Para penghela yang belum dilantik tersebut meliputi penghela putra maupun putri berjumlah 10 orang. Ujian yang mereka dapat adalah harus mengambil lencana/bukti pelantikan yang diletakkan di dalam plastik kemudian diikatkan di ranting pohon yang menjorok ke sungai yang berairan deras. Sedikit ektrem memang, namun aman. Mengapa? Karena panitia telah menyediakan orang-orang yang disiapkan untuk menyelamatkan para penghela yang memang tercebur hingga tak bisa berenang, tentunya sebelumnya ada pembekalan terlebih dahulu bagaimana cara menempatkan posisi tubuh yang benar dan tepat ketika tercebur agar tak berdebam ke dasar sungai yang dalam.
Dengan keteguhan yang sedikit dipaksakan, para penghela yang mengikuti pelantikan susulan tersebut mulai mengambil batang-batang bambu yang disiapkan oleh panitia. Mereka harus bahu membahu saling menolong agar mendapatkan bukti pelantikan tersebut. Banyak gelak tawa yang terdengar ketika itu karena ada saja tingkah peserta pelantikan penghela yang lucu, bahkan sampai tercebur hingga 2-3 kali.
Adapun kesulitan yang dirasakan oleh para peserta adalah menemukan cara yang efektif untuk membawa plastik-plastik tu mendekat ke arah mereka. Mereka hanya saling memegangi batang bambu yang dibentuk seperti jembatan satu rua saja, lalu berusaha meraih plastik-plastik itu dengan tanpa menggunakan alat sama sekali, istilanhnya ‘kosongan’ lah yo! Hehe.. hingga pada ujung acara yakni penutupan, sempat ditanya oleh panitia, “kenapa tidak kalian gunakan batang-batang bambu itu untuk menyeret plastik-plastik itu? daripada mengambil plastik-plastik itu dengan cara meraihnya? Kan kalian nggak mungkin sampai basah kuyup kayak gitu?” . hahaa! Semua terdiam dengan berfikir, lalu terhentaklah semua orang dengan suara tawa yang susul-menyusul dan menyadari bahwa problem yang ada di depan mata tak harus diselesaikan dengan cara yang rumit hanya karena terkecoh satu petunjuk.

Semoga bermanfaat!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar