PELANTIKAN susulan bagi Penghela Taruna Melati 1
Meneruskan pelantikan
Taruna Melati 1 yang diadakan oleh HW KwarCab Watukebo pada bulan Desember di
Kawasan Ijen lalu, HW KwarCab Watukebo mengadakan pelantikan susulan bagi
Penghela yang tidak mengikuti acara pelantikan di Kawasan Ijen pada pertengahan
Januari lalu dan dilaksanakan di daerah Pontang.
Pelantikan
susulan ini begitu unik. Mengapa? Karena bukan hanya sekedar pelantikan biasa yang mengundang formalitas dan
ketegangan. Sebaliknya, pelantikan susulan ini dilaksanakan dengan jenaka dan
mengundang gelak tawa. Setelah melakukan pembukaan, para penghela yang belum
dilantik tersebut melakukan persiapan untuk menghadapi ujian terlebih dahulu. Para
penghela yang belum dilantik tersebut meliputi penghela putra maupun putri
berjumlah 10 orang. Ujian yang mereka dapat adalah harus mengambil lencana/bukti
pelantikan yang diletakkan di dalam plastik kemudian diikatkan di ranting pohon
yang menjorok ke sungai yang berairan deras. Sedikit ektrem memang, namun aman.
Mengapa? Karena panitia telah menyediakan orang-orang yang disiapkan untuk
menyelamatkan para penghela yang memang tercebur hingga tak bisa berenang,
tentunya sebelumnya ada pembekalan terlebih dahulu bagaimana cara menempatkan
posisi tubuh yang benar dan tepat ketika tercebur agar tak berdebam ke dasar
sungai yang dalam.
Dengan keteguhan
yang sedikit dipaksakan, para penghela yang mengikuti pelantikan susulan
tersebut mulai mengambil batang-batang bambu yang disiapkan oleh panitia. Mereka
harus bahu membahu saling menolong agar mendapatkan bukti pelantikan tersebut. Banyak
gelak tawa yang terdengar ketika itu karena ada saja tingkah peserta pelantikan
penghela yang lucu, bahkan sampai tercebur hingga 2-3 kali.
Adapun kesulitan yang
dirasakan oleh para peserta adalah menemukan cara yang efektif untuk membawa
plastik-plastik tu mendekat ke arah mereka. Mereka hanya saling memegangi
batang bambu yang dibentuk seperti jembatan satu rua saja, lalu berusaha meraih
plastik-plastik itu dengan tanpa menggunakan alat sama sekali, istilanhnya ‘kosongan’
lah yo! Hehe.. hingga pada ujung acara yakni penutupan, sempat ditanya oleh
panitia, “kenapa tidak kalian gunakan
batang-batang bambu itu untuk menyeret plastik-plastik itu? daripada mengambil
plastik-plastik itu dengan cara meraihnya? Kan kalian nggak mungkin sampai
basah kuyup kayak gitu?” . hahaa! Semua terdiam dengan berfikir, lalu
terhentaklah semua orang dengan suara tawa yang susul-menyusul dan menyadari
bahwa problem yang ada di depan mata tak harus diselesaikan dengan cara yang
rumit hanya karena terkecoh satu petunjuk.
Semoga bermanfaat!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar