Watukebo,
Para Pandu Hizbul Wathan yang Tak Kenal Usia
Watukebo. Lagi-lagi. Hizbul Wathan
di Watukebo cukup ramai sejak dulu
dengan para kadernya yang begitu kental dengan lingkungan Muhammadiyah. Tak hanya
Hizbul Wathan saja yang begitu banyak para kadernya tersedia di kompleks
pendidikan Muhammadiyah di Watukebo ini. Ada Tapak Suci, IPM, dll. Namun, fokus
kita tercurah pada Hizbul Wathan kali ini.
Jika ditanya bagaimana bisa masih
ada banyak kader yang terus ada? Jika ditanya begitu, maka jawabannya simple. Sederhana.
Karna Watukebo memiliki sumbangsih kader dari lembaga pendidikan dan kultur
masyarakat yang luar biasa ‘keukeuh’ dengan kegiatan dalam menghidup-hidupi
Muhammadiyah di Watukebo. Tidak hanya Watukebo yang memberi sumbangsih kader. Dari
luar Watukebo-pun cukup banyak. Dengan adanya kader untuk Muhammadiyah yang
terus menerus berlomba dengan waktu, maka tak terhitung juga banyaknya
kader-kader yang tercipta untuk Muhammadiyah, termasuk Hizbul Wathan yang
menjadi salah satu ekstrakulikuler yang menarik bagi peserta didik maupun yang
telah memiliki usia cukup dewasa dan ‘berumur’ untuk menjadi seorang siswa.
Mengingat judul yang kita bahas
adalah “Para Pandu Hizbul Wathan yang Tak kenal Usia” maka dapat disimpulkan
bahwa tidak ada batasan usia untuk menjadi seorang pandu. Pada Hizbul Wathan
yang ada di Watukebo misalnya, masih ada banyak generasi tua yang siap menuntun
para generasi muda yang terus bermunculan untuk benar-benar siap menjadi
pemuda-pemudi Indonesia yang tangguh dan cakap sekeras apapun latihan dan
tempaan yang menghadang karena memang tak sebanding dengan pengetahuan serta ‘kemanjaan
pandu’ yang tak terlupakan ketika masih menjadi bocah dan serius “bermain-sambil-belajar”
dengan senangnya ketika menjadi pandu athfal ataupun pengenal. Itupun jika
ditanya bukti bagaimana pandu yang tak kenal usia, maka ada sebuah cerita
tentang Drum Band Hizbul Wathan dari Jember yang merupakan langkah amar ma’ruf
sebagai gebrakan dari Hizbul Wathan Watukebo dengan anggota Drum Band yang tak
kenal usia (muda maupun tua, pandu usia athfal-penuntun) saling beradu nada,
ketukan, bahkan langkah bersama untuk terlibat dalam acara Hizbul Wathan,
maupun Muhammadiyah Jakarta, Yogyakarta, Surabaya, dll.
Semoga seluruh pandu Hizbul Wathan
terus memiliki semangat juang untuk memberi manfaat pada diri sendiri, masyarakat/lingkungan,
lembaga, agama, bahkan negara dan bangsa sekalipun. Amiin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar